Sedekah Pahala

0 Comments



Tidak hanya berupa materi, sedekah juga bisa dilakukan dalam rupa yang lain seperti menyingkirkan duri dari jalan sehingga memudahkan orang yang akan melewatinya, ataupun memberikan senyuman kepada orang yang kita temui.

Salah satu bentuk sedekah maknawi yang bisa kita lakukan adalah melakukan shalat i’adah, yakni menjalankan shalat fardlu kedua kalinya secara berjamaah, setelah sebelumnya menunaikan shalat tersebut baik sendirian ataupun berjama’ah. Misalnya kita sudah menunaikan shalat Isya’ di mushalla pada awal waktu, tak lama kemudian ada teman kita yang ingin menuaikan shalat Isya’ sendirian. Maka kita disunnahkan untuk menemaninya shalat, agar diperoleh keutamaan shalat berjama’ah.


Baca juga: 

Pernah suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam menunaikan shalat shubuh. Selesai shalat beliau melihat dua orang yang tidak ikut shalat berjamaah bersama beliau.

Rasulullah berkata “Kenapa kalian berdua tidak shalat bersama kami?”

Mereka menjawab “Kami sudah menunaikan shalat di tengah perjalanan, wahai Rasulallah.”

Rasulullah bersabda “Jika kalian berdua shalat di tengah perjalanan lalu kalian mendapati ada shalat berjamaah di masjid, hendaknya kalian shalat kembali bersama mereka. Karena itu akan menjadi amal kebaikan bagi kalian.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Dalam redaksi hadits yang lain disebutkan bahwa datang seorang laki-laki ke masjid selepas selesainya shalat jama’ah, lalu Rasulullah bertanya kepada para sahabat

“Siapakah yang berkenan sedekah kepada orang ini dengan menemaninya shalat jama’ah?”

Kemudian seorang sahabat menyambut anjuran tersebut dan menemani orang itu shalat jama’ah. (Di-shahihkan oleh Imam At-Tirmidzi)

Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan taufiq serta inayah-Nya kepada kita untuk mengerjakan amal-amal kebaikan.

Wallahu A’lam.



Muhammad Sirril Wafa
Alumni Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Guyangan, Trangkil, Pati. Mahasiswa Global University, Beirut, Lebanon.

Media NU

Media NU merupakan media berisi konten ke-Islaman, ke-NUan dan lainnya milik warga NU. Media NU diperuntukkan bagi warga NU pada khususnya dan bagi umat muslim pada umumnya.